Pengertian Anggota Tubuh Menurut Para Ahli

pengertian-anggota-tubuh-menurut-para-ahliSetiap makhluk hidup tentu memiliki tubuh atau badan baik itu manusia maupun hewan Dalam kamu besar bahasa Indonesia tubuh artinya keseluruhan jasad manusia atau binatang yang kelihatan dari bagian ujung kaki sampai ujung rambut. Tubuh sering dikategorikan sebagia penampilan, kesehatan, dan kematian.

Tubuh seseorang yang telah meninggal disebut mayat atau jenazah sedangkan untuk tubuh hewan yang mati disebut bangkai. Namun disini kami memberikan pengertian tubuh yang didefinisikan oleh beberapa para ahli dengan presepsi yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini terdapat beberapa pengertian gambaran tubuh yang dikemukakan oleh beberapa orang ahli.

Definisi Gambaran Tubuh

Hughes & Noppe (1985) berpendapat bahwa gambaran tubuh adalah pandangan seseorang mengenai tubuhnya. Cash & Deagle (dalam Jones, 2002) mendefinisikan gambaran tubuh sebagai derajat kepuasan individu terhadap dirinya secara fisik yang mencakup ukuran, bentuk, dan penampilan umum.

Menurut Salkin (dalam Frey & Carlock, 1984) gambaran tubuh adalah gambaran atau representasi individu mengenai tubuhnya sendiri baik dalam keadaan diam maupun bergerak. Hal ini diperoleh dari sensasi internal, perubahan postural, hubungan dengan objek luar dan orang lain, pengalaman dan fantasi emosional.

Pengertian gambaran tubuh menurut Dacey & Kenny (2001) adalah bagaimana keyakinan individu mengenai bagaimana mereka dilihat oleh orang lain. Pendapat ini didukung dengan definisi dari Chaplin (2002) yang menjelaskan bahwa gambaran tubuh adalah ide seseorang mengenai betapa penampilan badannya di hadapan orang atau bagi orang lain.

Pengertian gambaran tubuh lainnya dikemukakan oleh Grogan (dalam Bergstrom & Neighbors, 2006) yang mendefinisikan gambaran tubuh sebagai persepsi, pikiran, dan perasaan seseorang mengenai tubuhnya.

Menurut Cash & Pruzinsky (2002) gambaran tubuh merupakan sikap yang dimiliki seseorang terhadap tubuhnya yang dapat berupa penilaian positif dan negatif. Cash dkk., (dalam Seawell & Danoff-Burg, 2005) juga menjelaskan bahwa gambaran tubuh adalah konstruk yang multidimensional yang terdiri dari persepsi, kognisi, emosi, dan perilaku yang berkaitan dengan atribut fisik.

Berdasarkan pemaparan dari definisi di atas, terdapat perbedaan pendapat yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam mendefinisikan gambaran tubuh.

Terdapat ahli yang menitikberatkan gambaran tubuh pada derajat kepuasan pada tubuh, ada juga ahli yang menyatakan gambaran tubuh sebagai gambaran individu mengenai tubuh karena adanya pengaruh dari luar. Tokoh lainnya, menyatakan bahwa gambaran tubuh adalah persepsi, pikiran, perasaan mengenai tubuh yang dapat dinilai positif atau negatif.

Melalui defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa gambaran tubuh adalah gambaran mental, pandangan, sikap dan evaluasi yang dimiliki seseorang mengenai tubuhnya meliputi ukuran tubuh, bentuk tubuh, dan berat tubuh yang mengarah kepada penampilan fisik yang dapat bersifat positif maupun negatif atau puas atau tidak puas.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Gambaran Tubuh

Beberapa ahli seperti Cash & Pruzinsky (2002) menyatakan bahwa gambaran tubuh dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan gambaran tubuh antara lain adalah sebagai berikut:

Media Massa

Tiggemann (dalam Cash & Pruzinsky, 2002) mengatakan bahwa media yang muncul dimana-dimana memberikan gambaran ideal mengenai figur perempuan dan laki-laki yang dapat mempengaruhi gambaran tubuh seseorang. Tiggemann (dalam Cash & Pruzinsky, 2002) juga menyatakan telah ditemukan bahwa media massa menjadi pengaruh yang paling kuat dalam budaya sosial.

Anak-anak dan remaja lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menonton televisi. Konsumsi media yang tinggi dapat mempengaruhi konsumen. Isi tayangan media sering menggambarkan bahwa standar kecantikan perempuan adalah tubuh yang kurus dan hal ini berarti dengan level kekurusan yang dimiliki, kebanyakan perempuan percaya bahwa mereka adalah orang-orang yang sehat. Media juga memberikan gambaran ideal bagi laki-laki adalah dengan memiliki tubuh yang berotot.

Keluarga

Menurut teori social learning, orangtua merupakan model yang penting dalam proses sosialisasi sehingga mempengaruhi gambaran tubuh anak-anaknya melalui modeling, feedback dan instruksi. Fisher, Fisher dan Stark (dalam Cash & Pruzinsky, 2002) menyatakan bahwa gambaran tubuh melibatkan bagaimana orangtua menerima keadaan bayinya baik terhadap jenis kelamin bayinya dan bagaimana wajah bayinya kelak. Ketika bayinya lahir, orangtua menyambut bayi tersebut dengan pengharapan akan adanya bayi ideal dan membandingkannya dengan penampilan bayi sebenarnya.

Kebutuhan emosional bayi adalah disayangi lingkungan yang dapat mempengaruhi harga diri seseorang. Harapan fisik bayi oleh orangtua juga sama seperti harapan anggota keluarga lain yaitu tidak cacat tubuh. Ikeda and Narworski (dalam Cash & Pruzinsky, 2002) menyatakan bahwa komentar yang dibuat orangtua dan anggota keluarga mempunyai pengaruh yang besar dalam gambaran tubuh anak-anak. Orangtua yang secara konstan melakukan diet dan berbicara tentang berat mereka dari sisi negatif akan memberikan pesan kepada anak bahwa mengkhawatrirkan berat badan adalah sesuatu yang normal.

Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal membuat seseorang cenderung membandingkan diri dengan orang lain dan feedback yang diterima mempengaruhi konsep diri termasuk mempengaruhi bagaimana perasaan terhadap penampilan fisik. Hal inilah yang sering membuat seseorang merasa cemas mengenai penampilannya dan gugup ketika orang lain melakukan evaluasi terhadap dirinya. Rosen dan koleganya (dalam Cash & Pruzinsky, 2002) menyatakan bahwa feedback terhadap penampilan dan kompetisi teman sebaya dan keluarga dalam hubungan interpersonal dapat mempengaruhi bagaimana pandangan dan perasaan mengenai tubuh.

Menurut Dunn & Gokee (dalam Cash & Pruzinsky, 2002), menerima feedback mengenai penampilan fisik berarti seseorang mengembangkan persepsi tentang bagaimana oranglain memandang dirinya. Keadaan tersebut dapat membuat mereka melakukan perbandingan sosial yang merupakan salah satu proses pembentukan dalam penilaian diri mengenai daya tarik fisik.

Pikiran dan perasaan mengenai tubuh bermula dari adanya reaksi oranglain. Dalam konteks perkembangan, gambaran tubuh berasal dari hubungan interpersonal. Perkembangan emosional dan pikiran individu juga berkontribusi pada bagaimana seseorang melihat dirinya. Maka, bagaimana seseorang berpikir dan merasa mengenai tubuhnya dapat mempengaruhi hubungan dan karakteristik psikologis (Chase, 2001).

Pengukuran Gambaran Tubuh

Beberapa penelitian yang telah dilPengakukan mengenai gambaran tubuh pada umumnya menggunakan Multidimensional Body Self-Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) yang dikemukakan oleh Cash. Pengukuran gambaran tubuh dalam penelitian ini menggunakan dimensi-dimensi pada alat ukur yang dikemukakan oleh Cash dkk, (dalam Seawell & Danoff-Burg, 2005).

Dimensi-dimensi tersebut terdiri dari:

  • Evaluasi penampilan
  • Mengukur evaluasi dari penampilan secara keseluruhan dan perasaan menarik atau tidak menarik.
  • Orientasi penampilan
  • Mengukur derajat kepentingan dan memberi perhatian terhadap penampilan yang berkaitan dengan perilaku untuk berusaha menjaga dan memperbaiki penampilan.
  • Kepuasan area tubuh
  • Mengukur kepuasan individu terhadap aspek-aspek tertentu dari penampilannya. Adapun aspek-aspek tersebut adalah wajah, rambut, tubuh bagian bawah (pantat, paha, pinggul, kaki), tubuh bagian tengah (pinggang,  perut), tubuh bagian atas (dada, bahu, lengan), tampilan otot, berat, tinggi, penampilan secara keseluruhan.
  • Kecemasan menjadi gemuk
  • Mengukur kecemasan terhadap kegemukan, kewaspadaan akan berat badan, kecenderungan melakukan diet untuk menurunkan berat badan dan membatasi pola makan.
  • Pengkategorian ukuran tubuh
  • Mengukur bagaimana individu mempersepsi dan menilai berat badannya, dari sangat kurus sampai sangat gemuk.